16 Oct 2024
Oleh Super Admin
Polewali Mandar terpilih menjadi kluster terakhir program SMEXellence KEMENKOPUKM peningkatan SDM UKM ke tingkat Internasional
Kepala Dinas Perindustrian,
Perdagangan, Koperasi dan UKM Polewali Mandar, Andi Chandra menghadiri kegiatan
yang diselenggarakan oleh KEMENKOPUKM yang bertajuk SMEXellence sebuah program
yang bertujuan untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia UKM melalui kemitraan
dengan Pelaku Usaha Besar/UKM Ekspor dibidang furnitur, homedecor dan kriya.
Tujuannya untuk mempersiapkan UKM agar mampu bersaing di pasar global. SMExcellence kluster ke 24 ini
telah dilaksanakan selama 3 hari yaitu mulai tanggal 9-11 Oktober 2024. Hari
pertama dilaksanakan di Workshop PT. Saad Industri Reka Indonesia yang berada
di Desa Karama, Tinambung, sementara hari kedua dan ketiga dilaksanakan di
Meeting Room Hotel Villa Bogor Lappe. Majene.“Sudah ada 24 kluster yang
tersebar di seluruh Indonesia, dan Polewali Mandar, Sulawesi Barat menjadi
kluster pilihan sekaligus tempat terakhir kita KEMENKOPUKM dalam program
SMEXellence sejak dimulai tahun 2022.” Jelas perwakilan KEMENKOPUKM, Jurnal
Alfarizi dalam pembukaan acara kegiatan.Kegiatan ini terselenggara
melalui hubungan langsung dengan Muh. Sachrul Saad yang akrab di sapa Arul
adalah seorang desainer alumni ITB asal polewali mandar yang memiliki
perusahaan bergerak di bidang design, homedecor dan media visual bernama PT.
Saad Industri Reka Indonesia atau disingkat SIRI Studio. Dalam kegiatan ini,
SIRI Studio membawa brand Bura'pia Handycraft sebagai aggregator utama mitra
KEMENKOPUKM khusus kluster di Sulawesi Barat.Bura'pia Handycraft adalah sebuah
usaha yang memilih tenun sutra mandar (lipa sabbe) sebagai bahan eksplorasi
utama produknya. Potensi pengembangannya sangat beragam, sehingga bisa
menjangkau pasar global lebih luas. "Kegiatan ini sudah lama saya impikan
bisa terlaksana di Sulawesi Barat. Saya sering menghadiri pameran produk di
Jakarta tapi tidak pernah menemukan produk atau merk asli Sulawesi Barat.
Padahal kita punya nature resource yang melimpah untuk dikembangkan dan
bernilai prestise. Semoga teman-teman yang ikut dapat melihat ini sebagai
peluang yang besar dan memanfaatkan sebaik-baiknya. Dan untuk Otoritas daerah
khususnya Polewali Mandar saya harap bisa lebih proaktif mensupport teman-teman
pelaku industri kreatif dalam bentuk materil hingga imateril”. Kata Arul, desainer
kelahiran Polewali Mandar.Andi Chandra pun merespon positif
kegiatan ini dan berkomitmen dinas perindagkopUKM polman akan terus mensupport
penuh umkm industri kreatif yang berada di kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat
agar mampu berkembang progresif dan bersaing di pasar global. "saya
berharap, setelah kegiatan ini, kita mampu menjadi sebuah komunitas yang saling
berkolaborasi dan bekerjasama sehingga kita bisa manfaatkan kesempatan emas ini
untuk kemajuan industri kreatif di Polewali Mandar di tingkat nasional maupun
internasional." Andi Chandra juga memberikan harapan besar kepada pelaku
industry kreatif Polman, semoga bisa menunjukkan komitmennya dalam berinovasi
dan terus konsisten melayakkan kualitas produknya agar tidak kalah bersaing
dengan pelaku industri diluar sana.Andre Suryaman, salah satu instruktur
dari SMExcellence yang juga sekaligus owner dari CV. Natural House menyampaikan
“dengan program ini pemerintah mencoba meningkatan SDM dibidang industri
kreatif. Polewali Mandar ini kita pilih karena luasnya potensi sumber daya alam
yang bisa dikembangkan. Apalagi kondisi geografisnya sangat dekat dengan IKN.
Harapannya, Sulawesi Barat bisa jadi pendongkrak kemajuan industri kreatif
Nusantara. Langkah -langkah yang dilakukan oleh pemerintah juga sudah cukup
banyak seperti pameran – pameran serta mengadakan outlet-outlet untuk UKM
dibeberapa negara seperti di China, Singapura dan Dubai. Dengan fasilitas yang
sudah ada diharapakan para pelaku UKM juga bersinergi dengan pemerintah”. Setelah diselenggarakannya kegiatan
SMEXellence ini, Polewali Mandar telah memiliki akses pameran di berbagai event
yang terafiliasi dengan KEMENKOPUKM mendatang. “saya pribadi sebagai desainer yang
lahir di daerah ini, diberi mandat sebagai aggregator mewakili Sulawesi Barat
sangat optimis bisa memajukan industri kreatif di daerah ini. Kesempatan emas
ini akan saya manfaatkan sebaik-baiknya. Dan untuk nasib kedepannya, tentunya diperlukan
kerjasama dan support dari pelaku kreatif dan pemerintah setempat yang
kolektif. Semoga kegiatan ini tidak berakhir sampai disini saja, seperti kegiatan-kegiatan
yang serupa di daerah.” Pesan Muh. Sachrul Saad, owner PT. Saad Industri Reka
Indonesia.Disela-sela kegiatan, Arul
membawa instruktur KEMENKOPUKM, Andre Suryaman dan Tophan melihat kondisi
pantai yang dipenuhi sampah. Andre Suryaman mengisyaratkan limbah-limbah
organic ini untuk segera diolah menjadi produk bernilai jual. “di Jogja daerah
Kasongan Bantul itu banyak orang lokal yang kaya karena hasil mengolah sampah
dan limbah menjadi produk homedecor, furniture dan macam-macam. Pasarnya turis
yang berwisata dan tertarik dengan bentuk bahan bakunya yang memiliki cerita.”